Selasa, 23 Oktober 2012

EKONOMI KOPERASI

Nama: Kristianto nadeak
NPM : 29211243
Kelas : 2EB01

WAJAH KOPERASI INDONESIA SAAT  INI

Jumlah koperasi di Indonesia tahun 2012 telah mencapai 192.443 unit dengan jumlah anggota sebanyak 33.687.417 orang. Peningkatan jumlah koperasi ini didukung oleh Program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP) dari kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bekerja sama dengan Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN). Saat ini menteri koperasi dijabat oleh Syarief Hasan. Beliau terpilih menjadi menteri koperasi bukanlah karena kebetulan, akan tetapi itu sudah termasuk sebuah panggilan tugas untuk negara dan bangsa, karena tugas bukanlah hanya sebatas pekerjaan biasa, akan tetapi membutuhkan tanggung jawab yang besar, karena demi kesejahteraan masyarakat indonesia.
Tapi menurut saya yang namanya suatu sistem dalam suatu lembaga pastilah ada juga sisi negatifnya, bisa saja menterinya mengabdi pada negara, tapi belum tentu para anggotanya juga sama seperti menterinya, yaitu tidak mementingkan negara, tetapi lebih mementingkan prestise hidup (jabatannya), atau bisa dibilang lebih mementingkan diri sendiri, sisi negatif inilah yang menjadi masalah bagi kementerian Indonesia saat ini, karena kementerian Indonesia itu bisa di gambarkan menjadi suatu lembaga, dan yang namanya lembaga itu pasti mempunyai sistem, nah yang namanya sistem adalah saling keterkaitan, yaitu yang satu dengan yang lain harus lah saling berhubungan, dan berfungsi dengan baik. Nah jika kita hubungkan dengan kementerian kita maka suatu kementerian itu tidak akan berjalan dengan lancar jika yang satu dengan yang lain tidak saling berhubungan, atau yang satu mengabdi, dan yang satu korup, maka kementerian itu sendiri tidak akan mungkin berhasil, karena itu merupakan suatu sistem, seperti yang sudah saya jelas kan diatas. 
Oleh  karena itu pemilihan dari sistem kementerian harus lah disesuaikan dengan bidangnya, karena banyak para anggota yang menjabat di kementerian saat ini yang menjabat tidak sesuai dengan bidangnya atau jurusannya, hal seperti inilah yang sering juga disebut sebagai nepotisme. Dan penyimpangan penyimpangan inilah yang mendorong para pejabat yang menjabat di kementerian untuk mendorong mereka ke hal hal yang menyimpang, karena mereka tidak akan bisa profesional di bidangnya, seperti yang kita bayangkan, soalnya posisi yang mereka jabat tidak sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Menjadi menteri koperasi dan UKM harus mempuyai jiwa pancasila bernegara dan berbangsa. Karena pejabat kementerian mempunyai tanggung jawab yang besar untuk memanejemen aktivitas atau kegiatan koperas Indonesia. Memang wajah koperasi indonesia saat ini menurut gambaran saya sangat buruk, apalagi mereka tadak mampu menyaingi badan usaha formal yang berstatus swasta dan berbadan hukum, karena lembaga ini tidak selamanya membawa efek positif bagi masyarakat, bahkan lembaga badan swasta ini bisa sampai memonopoli suatu usaha masyarakat yang bernaungan modal di bawah lembaga mereka. dan itu telah menunjukkan bahwa kinerja dari kementerian koperasi indonesia saat ini sangat buruk ( sebelumnya saya minta maaf kepada bapak menteri, karena ini adalah pendapat saya dan bisa juga dibilang suara rakyat).
 Jika kita analisis lebih mendalam mungkin keburukan kementerian koperasi ini terletak pada manejemen yang kurang bagus. Mari kita lihat dulu kedaerah, Banyak kesalahan menejemen di daerah dalam hal pemilihan pemimpin unit koperasi, hal ini jugalah yang membuat kinerja dari manejemen tidak bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan struktur orgnisasi karena yag menjabat tidak bisa menjalankan masing masing dari tugasnya, atau mungkin tidak mau menjalankanya, karena status dia di daerah tersebut termasuk orang yang disegani oleh rakyat miskin, dan dia pun tidak perlu menjalankannya, dan menjadikan koperasi itu menjadi bisnis sampingan baginya, ‘’hal yang mengerikan bukan?’’. Itulah memang kesalahan di daerah, karena pemilihan pejabat koperasi itu sendiri adalah berdasarkan tokoh masyarakat yang dikenal di daerah tersebut atau di karenakan oleh kemampuan ekonomi yang tinggi di daerah dan bukannya berdasarkan kompetensi atau skill dari seseorang atau pendidikan dari seseorang. Hal inilah yang menjadi problema yaitu bagaimana seseorang tersebut memimpin unit koperasi agar dapat tumbuh dan berkembang didaerah unit koperasi. Karena di desa pendidikan pejabat koperasi itupun bisa saja hanya lulusan SMA bahkan SMP sekalipun, kondisi inilah juga bisa membuat mereka mudah di manfaatkan oleh pemimpin yang tertinggi di daerah tersebut, sehingga dibutuhkan pengawasan dari pemerintah daerah atau bisa juga langsung dari pusat, karena pemerintah daerah itu sendiri juga belum bisa dipastikan bahwa mereka mampukah mengawasi kinerja dari unit koperasi di daerahnya sendiri, karena negara ini juga masih kental dengan kolusi dan nepotisme.
Dan perlu juga kita ketahui bahwa di dalam kopersai itu juga harus kental dengan komunikasi, seperti sosialisasi diantara anggota anggotanya atau antara anggota dengan pemimpinnya, karena jika tidak ada komunikasi yang baik, maka koperasi itu sendiri akan sulit untuk menempuh tujuan yang akan mereka capai. Dan komunikasi juga tidak cukup hanya di situ saja, akan tetapi komunikasi terhadap masyarakat juga harus baik, bahkan harus lebih bersosialisai, karena yang menjadi penerap dari kegiatan koperasi itu sendiri adalah masyarakat, sedangkan pejabat pejabat koperasi itu adalah sebagai pelaksana agar tujuan dari masyarakat itu tercapai.
Dalam koperasi itu sendiri haruslah saling berhubungan yang satu dengan yang lain, yaitu mulai dari pemerintah dengan pejabat koperasi dan dengan masyarakat. Dan ketiga sistem tersebut mengigatkan saya kepada penyuluhan. Nah agar komunikasi itu dapat berjalan dengan lancar atau sosialisasi antara pejabat dan masyarakat, sangatlah penting adanya penyuluhan. Menurut gambaran saya penyuluhan itu sendiri adalah memberikan jalan kepada masyarakat agar program yang mereka terapkan kepada masyarakat dapat di capai oleh masyarakat tersebut. Penyuluhan yang artinya suluh yaitu memberikan jalan.  Dan penyuluhan ini lah yang sering menjadi masalah bagi para penyuluh, karena penyuluhan ini haruskah dilakukan dengan setulus hati oleh para penyuluh. Kenapa menjadi masalah?  Karena para penyuluh itu tidaklah di gaji oleh pemerintah, seperti para PNS yang kita bayangkan. mungkin upah yang mereka  dapatkan hanyalah selepas cukup makan bagi mereka, karena memang penyuluhan itu sendiri tidaklah di gaji oleh pemerintah, akan tetapi hanya akan mendapatkan sedikit tunjangan.
Padahal didalam mensejahterakan masyarakat itu lewat koperasi haruslah ada yang namanya penyuluhan, dan penyuluhan itu sendiri juga tidak bisa berjalan dengan lancar, DAN INILAH YANG AKAN MENJADI TUGAS BAGI KITA SEBAGAI ANAK BANGSA, apalagi kita ini seorang mahasiswa atau sekelompok aktivis. Dan karena penyuluhan yang tidak dapat berjalan dengan baik inilah menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat terhadap perkembangan koperasi Indonsia. Dan yang ada di pikiran meraka tentang kopersi itu sendiri adalah hanya membuat mereka lebih repot dalam melakukan kegiatan ekonomi mereka. dan mereka juga tidak tahu apa kopersi itu sendiri, mulai dari sistem permodalannya sampai dengan kepemilikan uangnya, perputaran uangnya, dan dari kesalahan kesalahan inilah yang membuat koperasi kita tidak bisa membuahkan hasil yang maksimal, bahkan sampai dapat di saingi oleh badan badan keungan swasta, yang ada di pedesaan. Nah sekarang kalau kita tinjau dari unit kopersi di kota mungkin akan jauh sedikit beda dari unit koperasi yang ada di daerah. Baik itu dari manusianya maupun dari kepemimpinanya dan dari manejemen yang di terapkan oleh para manajernya, karena unit koperasi di kota mungkin para pemimpinnya sudah mempunyai pendidikan yang bagus, yaitu sesuai dengan bidangnya dan mempunyai skill atau kemampuan untuk menjalankan masing masing dari tugas mereka, tapi yang menjadi masalah sekarang adalah mungkin dari sekian banyak mereka, di antaranya ada juga yang menerapkan KKN (korupsi, kolusi, nepotisme), atau hanya sekedar mengejar jabatan saja. Dan hal hal diatas inilah yang menjadi problema bagi koperasi Indonesia saat ini.
            Sebenarnya peran dari pemerintah yang sangat rendah untuk pengawasan, pengkoordinasian dan perencanaan untuk planning kopersi indonesia juga menyebabkan kopersai indonesia itu mempunyai problematika. Karena peran pemerintah juga dibutuhkan untuk mengontrol dan mengawasi pergerakan koperasi di Indonesia.  Sehingga pengelolaan koperasi dapat berjalan sesuai dengan cita cita bangsa juga masyarakat itu sendiri yaitu kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan di tiap-tiap koperasi harus lebih selektif dalam pemilihan anggota sebagai sumber daya manusia. Agar cita cita kita tersebut tercapai maka dalam kegiatan koperasi diperlukan kerjasama yang baik antara Pemerintah, anggota koperasi, pengawas hingga menteri koperasi itu sendiri dan yang paling umum atau utama bagi saya adalah masyarakat itu sendiri. Kesejahteraan bagi seluruh Rakyat Indonesia’’ kutipan itu merupakan isi dari salah satu isi dari pancasila. Bertepatan sebentar lagi kita akan meranyakakan hari sumpah pemuda yaitu pada tangaal 28 Oktoberr 2012, dalam hal ini bisa kita simpulkan bagaimana dulu para pemuda pemuda bangsa memperjuangkan kemerdekaan negara kesatuan republik indonesia. Dari moment tersebut Jika kita kaitkaln dengan koperasi indonesia,  maka jika  para pejabat koperasi sudah menanamkam  jiwa ke pancasilaan bernegara dan berbangsa yang tinggi di dalam ideologi mereka, bukan tidak sulit bagi mereka untuk menjalankan tugasnya masing masing dengan baik, untuk menunjukkan jiwa pancasila dari masing masing mereka, unutk menunjukkan pengabdian mereka terhadap masyarakat. Maka kesimpulan yang dapat saya ambil mengenai wajah koperasi indonesia saat ini adalah mungkin sedikit ada problematika, akan tetap tidaklah sulit untuk megatasi problematika tersebut jika kita memang sungguh sungguh menjalankan tugas kita masing masing sesuai dengan apa yang seharusnya kita lakukan bagi koperasi itu sendiri, maka koperasi indonsia akan menjadi lebih baik. Kita juga perlu menanamkan jiwa pancasila di dalam diri kita sendiri, agar kita bisa benar benar mengabdi terhadap tanah air kita ini, agar tercapai salah satu cita cita dari bangsa ini yaitu  kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia.


Sepertinya cukup sekian sudah imajinasi saya,,,
selamat berwiraswasta dan salam sukses. Terimakasih




Jumat, 22 Juni 2012

TUGAS INTERNET DASAR


Nama : Kristianto nadeak
Kelas : 1EB08
NPM : 29211243
 Penipuan bisnis online Investasi Emas

VIVAnews - Kabar tak menyenangkan datang dari pedangdut Annisa Bahar. Dia tertipu bisnis berkedok investasi. Karenanya, dia menderita kerugian hingga Rp1,5 miliar.

Alkisah, Annisa tertarik mengikuti bisnis online trading emas karena ajakan temannya. Annisa tergiur karena investasi ini menjanjikan keuntungan 300 persen. Sudah begitu, keuntungan akan diberikan setiap hari. Pada awal November pun, Annisa mulai bergabung.

Karena sangat menggiurkan, Annisa bahkan mengajak sejumlah teman di investasi itu. Namun naas, setelah sejumlah temannya masuk, justru uang Annisa dan teman-temannya tak bisa ditarik. "Beban moralku besar sekali," kata Annisa, Senin.

Kuasa hukumnya, Arifin SH, mengaku masih mempelajari kasus tersebut dan akan mengupayakan langkah mediasi. Harapannya, tak perlu melibatkan pihak berwajib. Tapi, jika dalam dua hari sejak Senin tak ada mufakat, kemungkinan akan ada pelaporan ke Polda Metro Jaya. "Kami sedang mempelajarinya dulu," ujarnya.

Annisa yang saat ini sedang hamil tua berharap kasus tersebut bisa selesai baik-baik. Dia menyatakan telah berupaya menghubungi pengelola bisnis tersebut, namun tak kunjung mendapat tanggapan.

Kasus ini menjadi pelik karena tidak ada perjanjian hitam di atas putih. Arifin mengatakan akan berusaha mencari bukti-bukti, termasuk bukti transfer dari Annisa. "Memang di sini lemahnya investasi online. Tapi, kami punya bukti transfer, akan saya berikan kepada aparat," kata Arifin.

Menurut Arifin, Annisa dan orang berinisial E dari perusahaan online trading emas itu akan bertemu. Jika harus memasuki ranah hukum, perusahaan itu akan dituntut dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Berkedok investasi
Bisnis investasi online memang semakin marak, baik berbentuk kerja sama bisnis, emas berjangka, maupun valuta asing. Selain menjanjikan keuntungan besar, bisnis ini juga dianggap praktis karena dilakukan secara real time di internet.

Namun, apakah investasi online ini termasuk aman? Trader dan analis investasi emas Mulyadi Tjung membagi informasi mengenai hal ini. Menurut dia, pada kasus penipuan Annisa, terdapat pernyataan bahwa investasi itu akan dijanjikan keuntungan sebesar 300 persen. "Seperti layaknya investasi, high return berarti high risk," kata Mulyadi ketika berbincang dengan VIVAnews.com, Selasa, 20 Desember 2011.

Kemudian, Mulyadi melanjutkan, perdagangan emas yang dilakukan oleh Annisa itu termasuk investasi yang tidak masuk akal. Hal ini terjadi karena menjanjikan keuntungan yang sangat besar dan dibayar tiap hari.

"Secara peraturan, return tidak boleh dijanjikan. Sama seperti saham, bisa rugi dan bisa untung. Tidak pasti," katanya.

Mulyadi aktif di salah satu perusahaan berjangka yang menawarkan trading emas secara online. Namun, dia menegaskan bahwa dalam peraturannya tidak boleh menjanjikan keuntungan.

Komentar saya : Sebaiknya sebelum membeli barang dari toko online lebih berhati-hati dan bertanya asal usul toko itu sendiri, lalu untuk menghindari penipuan itu sendiri lebih baik membeli barang di toko online yang memang penjualnya sudah kita kenal contohnya teman atau keluarga. Kepada calon-calon investor untuk mengikuti pelatihan trading agar dapat memahami secara lengkap, sehingga dapat meminimalkan risiko, termasuk risiko penipuan.

SUMBER : http://www.japarus.com/2011/12/penipuan-bisnis-online-investasi-emas.html

Sabtu, 28 April 2012

TUGAS 6


A.             FAKTOR FAKTOR YANG MEMEMPENGARUHI INVESTASI DALAM PEREKONOMIAN SUATU NEGARA
“Faktor apakah yang paling mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian di suatu negara?” Hal ini perlu kita ketahui bersama agar negara kita,yaitu Indonesia dapat menjadi salah satu tempat tujuan investor dalam menanamkan modalnya. Seperti yang kita ketahui, aktivitas investasi merupakan faktor yang sangat penting dalam menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun ada berbagai pertimbangan yang dirasa perlu oleh para investor yang membuat harapan masuknya investasi, terutama investasi asing terkadang masih sulit untuk diwujudkan di Indonesia. Faktor yang dapat mempengaruhi investasi yang dijadikan bahan pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya, antara lain:
1.      Faktor kestabilan perekonomian suatu Negara,
2.      Faktor perubahan dan perkembangan teknologi
3.      Faktor tingkat suku bunga
4.      Faktor prospek ekonomi di masa yang akan datang

1. Faktor Kestabilan Perekonomian Suatu Negara 
Factor kestabilan perekonomian suatu Negara yang dirasa penting bagi investor dalam menjamin kepastian mereka berinvestasi. Mengenai masalah kestabilan perekonomian, merupakan suatu pertimbangan yang penting dalam melakukan investasi. Kabar baiknya adalah bahwa Indonesia, menurut Kepala Ekonom DBS Bank David Carbon, saat ini menjadi salah satu negara sasaran investasi yang ideal karena memiliki struktur perekonomian yang cenderung stabil.

2. Factor Perubahan dan Perkembangan Teknologi
Faktor kemajuan teknologi juga penting dalam akan meningkatkan efisiensi produksi dan
mengurangi biaya produksi. Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara akan memberikan peluang lebih besar pula untukdapat mendorong masuknya lebih banyak investasi.

3. Factor Singkat Suku Bunga
Faktor ini juga tidak kalah pentingnya dalam menentukan tingkat investasi yang terjadi dalam suatu negara. Apabila di suatu negara tingkat suku bunganya rendah, maka tingkat investasi yang terjadi akan tinggi karena kredit dari bank masih menguntungkan untuk mengadakan investasi. Sebaliknya apabila tingkat bunga tingginya, maka investasi dari kredit bank pun akan tidak menguntungkan.

4. Faktor Prospek Ekonomi di Masa yang akan Datang
Menurut hasil polling yang pada website beritadaerah.com, didapatkan hasil bahwa prospek ekonomi di masa datanglah yang merupakan faktor yang paling mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian suatu negara. Tidak dapat dipungkiri, harapan untuk adanya suatu peningkatan aktivitas perekonomian di masa datang merupakan salah satu faktor penentu untuk para investor dalam melakukan atau tidaknya suatu investasi. Jika diperkirakan akan terjadi peningkatan aktivitas perekonomian di masa yang akan datang, maka investor kemungkinan besar tidak akan menyia-nyiakan peluang yang memungkinkan untuk meraih keuntungan lebih besar di masa yang datang.
Adanya investasi dapat menjadi salah satu tolak ukur kemakmuran bagi suatu negara dan juga  masyarakatnya. Dengan adanya kegiatan investasi dapat  memungkinkan masyarakat untuk dapat  meningkatkan kegiatan ekonomi dan memperoleh kesempatan kerja, sedangkan bagi negara, kegiatan investasi dapat meningkatkan pendapatan nasional. Semuanya itu berujung pada satu kata yaitu, “kemakmuran”. Mari kita berharap, ke depannya Indonesia akan semakin baik lagi dan dapat menjadi salah satu  tempat ideal bagi para investor untuk melakukan kegiatan investasi.


B.                 FACTOR FACTOR PENENTU PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUK EKONOMI
Kesejahteraan masyarakat dari aspek eknomi dapat diukur dengan tingkat pendapatan nasional perkapita. Untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional, maka pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu target yang sangat penting yang harus dicapai dalam proses pembangunan ekonomi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pada awal pembagnunan ekonomi suatu Negara, umumnya perencanaan pembangunan eknomi berorientasi pada masalah pertumbuhan. Untuk Negara-negara seperti Indonesia yang jumlah penduduknya sangat besar dan tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi ditambah kenyataan bahwa penduduk Indonesia dibawah garis kemiskinan juga besar, sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi sangat penting dan lajunya harus jauh lebih besar dari laju pertumbuhan penduduk agar peningkatan pendapatan masyarakat perkapita dapat tercapai.Pertumbuhan ekonomi dapat menurunkan tingkat kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan jumlah pekerja yang cepat dan merata. Pertumbuhan ekonomi juga harus disertai dengan program pembangunan sosial (ADB, 2004
1. Factor Factor Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya kebutuhan konsumsi sehari-hari juga bertambah setiap tahun, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun. Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor non-ekonomi.
Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sebagai berikut:
Ø  Sumber saya alam
Ø  Sumber daya manusia
Ø  Sumber daya modal
Ø  Keahlian atau kewirausahaan
Sumber daya alam yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang dan hasil laut sangat memengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada. Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
Faktor nonekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut:
Ø  Kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat
Ø  Keadaan politik
Ø  Kelembagaan
Ø  System yang berkembang dan berlaku

2. Perubahan Struktur Ekonomi
Ada beberapa faktor yang menentukan terjadinya perubahan struktur ekonomi antara lain :
Ø  Produktivitas tenaga kerja per sektor secara keseluruhan
Ø  Adanya modernisasi dalam proses peningkatan nilai tambah dari bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi.
Ø  Kreativitas dan penerapan teknologi yang disertai kemampuan untuk memperluas pasar produk/jasa yang dihasilkannya.
Ø   Kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan dan pengembangan sektor dan komoditi unggulan
Ø   Ketersediaan infrastruktur yang menentukan kelancaran aliran distribusi barang dan jasa serta mendukung proses produksi.
Ø  Kegairahan masyarakat untuk berwirausaha dan melakukan investasi secara terus-menerus
Ø  Adanya pusat-pusat pertumbuhan baru yang muncul dalam wilayah daerah
Ø  Terbukanya perdagangan luar daerah dan luar negeri melalui ekspor-impor
Struktur perekonomian adalah besar share lapangan usaha terhadap total PDRB baik atas dasar harga yang berlaku maupun harga konstan. Dengan mengetahui struktur perekonomian, maka kita dapat menilai konsentrasi lapangan usaha yang sangat dominan pada suatu daerah. Biasanya terdapat hubungan antara lapangan usaha dan penduduk suatu daerah. Menurut Teori Lewis, perekonomian suatu daerah harus mengalami transformasi struktural dari tradisional ke industri, yang ditunjukkan dengan semakin besarnya kontribusi sektor non pertanian dari waktu ke waktu terhadap total PDRB. Dalam kaitannya dengan transformasi struktural, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian adalah :
Pertama, kenaikan riil share pada sektor primer dapat saja dipahami apabila diikuti dengan peningkatan produktvitas yang ikut membawa dampak positif pada upah rata-rata, khususnya di sektor pertanian.
Kedua, perlu diupayakan peningkatan nilai tambah pada sektor sekunder, yakni industri pengolahan, khususnya industri skala kecil dan menengah yang dibangun dengan basis pertanian. Hal ini mengandung arti bahwa industri yang hendak dikembangkan harus dapat mendorong dan menyerap hasil dari sektor pertanian.
Ketiga, berkenaan dengan sektor tersier, hendaknya pengembangan sektor perdagangan harus terus dikembangkan dalam rangka memperluas pasar pada sektor primer dan sekunder, termasuk perdagangan yang bersifat ekspor (keluar daerah dan ke luar negeri). Sementara perkembangan sektor hotel, restoran harus dipadukan dengan pembangunan pariwisata guna menumbuhkan sektor tersebut dan industri pendukung wisata lainnya, seperti: transportasi, komunikasi, souvenier dan jasa hiburan. Di samping itu, pengembangan sub sektor tersier yang produktif harus terus ditingkatkan, misalnya melalui pembangunan pariwisata yang lebih intensif, transformasi dan revitalisasi sektor informal menjadi sektor formal yang lebih menekankan skill dan pengetahuan.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.bimakab.go.id/index.php?pilih=hal&id=34
http://irdye07.blogspot.com/2010/11/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-sejak.html
http://ekonomindo.blogspot.com/2009/04/pertumbuhan-dan-perubahan-struktur.html
http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=114&

Rabu, 18 April 2012

TUGAS 5


UPAYA PEMERINTAH DALAM MENGATASI MASALAH KEMISKINAN

A. Difinisi Kemiskinan
Secara umum kemiskinan lazim didifinisikan sebagai kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dalam rangka menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan antara lain tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, lokasi geografis, gender dan kondisi lingkungan.
Definisi beranjak dari pendekatan berbasis hak yang menyatakan bahwa masyarakat miskin mempunyai hak-hak dasar yang sama dengan anggota masyarakat lainnya. Kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau kelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Hak-hak dasar yang diakui secara umum adalah terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan dan lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan dan hal-hal untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial politik baik perempuan maupun laki-laki.
Parameter yang lazim digunakan para analis dalam menetapkan jumlah kemiskinan adalah lebih cenderung pada pendekatan pemenuhan kebutuhan pokok. Dari hal ini, seseorang dikatakan miskin manakala dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya yakni makanan, asupan kalorinya minimal 2.100 kkal/hari per kapita. Selain dengan pendekatan asupan kalori, kemiskinan juga diukur dengan menambahkan parameter pemenuhan kebutuhan pokok/dasar non makanan yang meliputi pendidikan, sandang dan hal-hal yang dikemukakan di atas.
Dari sini, dapat kita katakan bahwa dalam menentukan kemiskinan terdapat variabel pokok yang tidak bisa dilupakan yakni yang terkenal dengan istilah gari kemiskinan (GK). Garis kemiskinan ini terbagi menjadi dua yakni Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Adapun komponen dari masing-masing indikator adalah GKM lebir berbasis pada pendekatan pemenuhan asupan kalori sebesar 2.100 kkal/hari per kapita. Sedangkan komponen GKBM adalah seperti pendidikan, kesehatan dan papan.

B. Penyebab Kemiskinan (Potret Pembangunan di Indonesia)
Permasalahan masih besarnya penduduk miskin di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal yang antara lain, Pertama, pemerataan pembangunan belum menyebar secara merata terutama di daerah perdesaan. Penduduk miskin di daerah perdesaan pada tahun 2006 diperkirakan lebih tinggi dari penduduk miskin di daerah perkotaan. Kesempatan berusaha di daerah perdesaan dan perkotaan belum dapat mendorong penciptaan pendapatan bagi masyarakat terutama bagi rumah tangga miskin. Masih tingginya pengangguran terbuka di daerah perdesaan dibandingkan dengan di daerah perkotaan menyebabkan kurangnya sumber pendapatan bagi masyarakat miskin terutama di daerah perdesaan. Sementara itu masyarakat miskin yang banyak menggantungkan hidupnya pada usaha mikro masih mengalami keterbatasan dalam memperoleh akses permodalan dan sangat rendah produktivitasnya.
Kedua, masyarakat miskin belum mampu menjangkau pelayanan dan fasilitas dasar seperti pendidikan, kesehatan, air minum dan sanitasi, serta transportasi. Gizi buruk masih terjadi di lapisan masyarakat miskin. Hal ini disebabkan terutama oleh cakupan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin yang belum memadai. Bantuan sosial kepada masyarakat miskin, pelayanan bantuan kepada masyarakat rentan (seperti penyandang cacat, lanjut usia, dan yatim-piatu), dan cakupan jaminan sosial bagi rumah tangga miskin masih jauh dari memadai. Prasarana dan sarana transportasi di daerah terisolir masih kurang mencukupi untuk mendukung penciptaan kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat miskin.
Ketiga, harga bahan pokok terutama beras cenderung berfluktuasi sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat miskin. Kondisi terakhir, di mana dunia sedang di landa dua krisis besar yakni krisis pangan dan krisis energi, juga turut mempengaruhi lonjakan jumlah rakyat miskin.

C. Program Pemerintah Dalalm Penanggulangan Kemiskinan
Beberapa program yang tengah digalakkan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan antara lain dengan memfokuskan arah pembangunan pada pengentasan kemiskinan (2008). Fokus program tersebut meliputi 5 hal antara lain pertama menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok; kedua mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin; ketiga menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat; keempat meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar; dan kelima membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.
Dari 5 fokus program pemerintah tersebut, diharapkan jumlah rakyat miskin yang ada dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit. Beberapa langkah teknis yang digalakkan pemerintah terkait 5 program tersebut antara lain:
I. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok.
 Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :
• Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
• Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer
II. Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin.
Fokus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:
• Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
• Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
• Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
• Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
• Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
• Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
• Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
• Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahanan keluarga
• Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
• Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.


III. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :
• Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
• Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
• Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
• Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.
IV. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar.
 Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain :
• Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs);
• Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA);
• Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi;
• Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit;
V. Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.
Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :
• Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan anak (PUA)
• Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
• Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
• Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI dan SMP/MTs; dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan (PKH).
• Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi persyaratan).
Selain program-program yang telah dilakukan dalam menaggulangi kemiskinan seperti diatas, masih banyak juga yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi kemiskinan. Berikut Ini Adalah Daftar Program-Program Pemerintah Dalam Menanggulangu kemiskinan Di Indonesia:
Ø  Menaikan anggaran untuk program-program yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas dan kegiatan padat karya
Ø   Mendorong APBD provinsi, kabupaten dan kota pada tahun-tahun selanjutnya untuk meningkatkan anggaran bagi penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja
Ø  Tetap mempertahankan program lama seperti:
a) BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
b) RASKIN (Beras Miskin)
c) BLT (Bantuan Langsung Tunai)
d) Asuransi Miskin, dsb
Ø  Akselerasi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga khususnya harga beras (antara lain: menjaga harga beras dipasaran tidak lebih dari Rp.5000,- per Kg)
Ø  Memberikan kewenangan yang lebih luas kepada masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan
Ø  Sinergi masyarakat dengan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan
Ø  Mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal sesuai karakteristik wilayah
Ø  Menerapkan pendekatan budaya lokal dalam proses pembangunan
Ø  Prioritas kelompok masyarakat paling miskin dan rentan pada desa-desa dan kampung-kampung paling miskin
Ø  Open Menu: kelompok masyarakat dapat menentukan sendiri kegiatan pembangunan yang dipilih tetapi tidak tercantum dalam negative list
Ø  Kompetitif: desa-desa dalam Kecamatan harus berkompetisi untuk memperbaiki kualitas kegiatan dan cost effectiveness
Ø  PPK, P2KP, PPIP SPADA dan diperkuat program-program kementrian/lembaga
Ø  Program Pengembangan Bahan Bakar Nabati (EBN). Program ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian penyediaan energi terbaukan dengan menumbuhkan “Desa Mandiri Energi”.
Ø  Penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.
Ø  Peningkatan kemampuan pertahanan, pemantapan keamanan dan ketertiban, serta penyelesaian konflik

DAFTAR PUSTAKA
wartawarga.gunadarma.ac.id

Sabtu, 14 April 2012

TUGAS 4

A.    Pembayaran Sector-Sector Mikro Dan Pembayaran Corporate
1.Pembiayaan Sector Mikro
Pembiayaan sector mikro adalah pembiayaan yang diberikan kepada pengusaha mikro yang memiliki tujuan untuk menganalisis pasar dan juga bagaimana mekanisme pasar tersebut yang membentuk harga relative kepada produk dan jasa seerta bagaimana alokasi dari sumber yang terbatas di antara banyak penggunaan alternative. Pembiayaan sector mikro biasanya ditunjukkan untuk perusahaan dan usaha kecil.  Pembiayaan sector mikro juga dapat dikatakan sebagai  pembiayaan yang memang ditunjukkan untuk masyarakat khusus ya masyarakat bawah ataupun menengah dimana pembiayaan tersebut tidak berasal dari dana yang berassal dari masyarakat.  Pembiayaan sector mikro meliputi pola kegiatan perekonomian, biaya produksi, struktur pasar, penentuan harga factor-factor produksi, mekanisme pasar dan campur tangan pemerintah, kebijakan fiscal dan moneter.
Tujuan produk pembiayaan mikro dijalankan karena ada tiga hal yang penting seperti dibawah ini:
1.      meningkatkan akses usaha mikro yang ada di masyarakat terhadap pelayanan pembiayaan di Lembaga Keuangan Pelaksanaan.
2.      Lembaga Keuangan Pelaksanaan sebagai agen pembangunan di daerah dapat melaksanakan fungsinya seingga dapat mendukung peningkatan dan perkembangan usaha di sector pertanian untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
3.      Fleksibilitas pembiayaan syariah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
2.Pembiayaan Corporate
Pembiayaan corporate atau Perusahaan Pembiayaan merupakan badan usaha di luar Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank yang khusus didirikan untuk melakukan kegiatan usaha: Sewa Guna Usaha, Anjak Piutang, Usaha Kartu Kredit dan atau Pembiayaan Konsumen. Dengan kata lain Pembiayaan corporate adalah suatu badan usaha yang melaksanakan kegiatan usaha dari lembaga pembiayaan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dan memaksimumkan kekayaan pemilik dengan menggunakan peraturan-peraturan, dan dengan adaya system yang mengatur dan pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar, akurat, tepat waktu, dan transparan mengenai semua informasi perusahaan.
Tujuan corporate menurut FCGI (2002) ialah untuk menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan. Selain tujuan tersebut terdapat juga tujuan lainnya yaitu:
1.      pemenuhan tujuan sttrategis perusahaan berupa peningkatan nilai saham dan nilai (value) perusahaan
2.      pemenuhan tanggung jawab kepada stakeholders (pihak yang berkepentingan) khususnya komunitas setempat.
3.      dipatuhi kerangka yuridis yang ada

B.     Manakah dari Pembiayaan Sector Mikro dan Pembiayaan Corporate Yang lebih Menguntungkan?
Jika dilihat dari segi perekonomian di Indonesia, yang lebih menguntungkan adalah pembiayaan sector mikro, karena  Pembiayaan mikro lebih ditekankan pada kegiatan ekonomi di dalam suatu kehidupan dengan cangkupan yang cukup luas jika di bandingkan dengan pembiayaan corporate.  Dengan adaya pembiayaan sector mikro  tersebut hal ini dapat membantu bagi paara usaha kecil dan apabila usaha mereka terlihat berhasil maka dampaknya akan juga mempengaruhi perekonomian kita yang semakin membaik. Dan dalam pengembagannya juga pembiayaan sector mikro lebih mudah kembangkan, karena mempuyai daya adapatasi yang lebih cepat, dan resikonya juga tidak terlalu banyak. Jika kita bandingkan dengan pembiayaan corporate, hal ini justru berbanding terbalik dengan pembiayaan corporate yang mempunyai banyak resiko,karena perusahaan pembiayaan corporate bukan merupakan lembaga intermediari yang dapat menghimpun dana dari masyarakat secara langsung, sehingga perusahaan pembiayaan mendapatkan dana sebagai sumber pembiayaannya dari pinjaman bank dan lembaga keuangan, maupun dari penerbitan surat berharga seperti obligasi. Sehingga dapat disimpilkan bahwa pembiayaan sector ekonomi mikro lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan pembiayaan corporate, dan pembiayaan sector mikro juga lebih menekankan kepada pembangunan suatu perekonomian Negara.

C.     Tantangan Yang Timbul Dari Pembiayaan Sector Mikro Dan Pembiayaan Corporate
1.Tantangan Pembiayaan Sector Ekonomi Mikro
Dan tantangannya juga beragam dari ke dua pembiayaan tersebut . Mungkin tatangan dari pembiayaan sektor mikro itu seperti tantangan yang dirasakan oleh masyarakat yang ingin mendapatkan hasil yang baik dan berusaha,berinovasi agar mendapat keuntungan yang lebih besar dan dapat dirasakan oleh negara , Kegiatan ekonomi sangat tidak stabil keadaanya, sehingga dibutuhkan kemampuan pemerintah dalam menjalankan perekonomian dan dibutuhkan pembiayaan yang sewaktu waktu dibutuhkan.
2.Tantangan Pembiayaan Corporate
kalau pembiayaan corporate tantangannya mungkin lebih besar karena pembiayaan corporate juga memiliki resiko dalam pelaksanaannya . seperti
-Risiko perusahaan dalam memenuhi kewajiban pembayaran bunga dan pokok utang.
- Pembentukannya membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

Referensi:
http://www.tamzis.com/index.php?option=com_content&task=view&id=102&Itemid=9
http://pustakaakuntansiku.wordpress.com/2009/08/20/praktek-corporate-governance-terhadap-resiko-kredit-yield-surat-hutang-obligasi/
http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?submit.x=21&submit.y=23&page=2&qual=high&submitval=prev&fname=%2Fjiunkpe%2Fs1%2Feakt%2F2009%2Fjiunkpe-ns-s1-2009-32404096-11980-gcg_effect-chapter2.pdf
http://hwira.blogspot.com/2012/04/pembiayaan-sektor-mikro-dan-corporate.html